Headlines News :
Home » » Ratusan Rumah Terendam Lumpur Bekas Galian Batu Bara, Gara Tanggul Jebol

Ratusan Rumah Terendam Lumpur Bekas Galian Batu Bara, Gara Tanggul Jebol

Written By info kerja on Selasa, 10 Januari 2012 | 19.48


Samarinda - Tanggul penampung bekas galian tambang batu bara di Simpang Pasir, Samarinda, Kalimantan Timur, tiba-tiba jebol setalah diguyur hujan lebat. Tumpahan air dan lumpur dari tanggul tersebut merendam 350 rumah di sekitarnya.

Jebolnya tanggul air bekas galian tambang batu bara itu, terjadi Senin (9/1/2012) sekitar pukul 20.00 WITA. Sejak sore sebelumnya, hujan deras mengguyur daerah tersebut.

"350 rumah itu dihuni sekitar 1.250 jiwa," kata Lurah Simpang Pasir, Supianto, kepada wartawan di kantornya, Jl Niaga, Simpang Pasir, Palaran, Selasa (10/1/2012) sore WITA.

Menurut Supianto, banjir bercampur lumpur yang menerjang rumah warga mirip air bah lantaran datangnya secara tiba-tiba. Tercatat ada enam RT mengalami banjir paling parah dengan ketinggian mencapai 50 centimeter hingga 1 meter. 

"Datangnya tiba-tiba, sekitar 2 jam kemudian perlahan-lahan surut. Tidak ada korban akibat banjir ini," ujar Supianto.


Pantauan detikcom di lokasi, sepanjang hari Selasa (9/1/2012) hingga petang WITA, warga yang menjadi korban banjir bahu membahu membersihkan lumpur bekas banjir yang berada di dalam rumah mereka. Sebagian rumah warga diantaranya dibantu aparat TNI AD serta Brimob Polda Kaltim. 

Banjir tidak hanya merendam rumah warga dan kantor lurah, namun juga merendam bangunan masjid, 3 bangunan sekolah serta areal kebun milik warga. Bahkan juga merobohkan pagar halaman masjid dan menewaskan hewan ternak milik warga setempat. Praktis, akibat banjir itu menyisakan lumpur pekat. 

Bahkan sebuah warung makan, juga ikut terseret arus deras banjir. Juga tiga buah jembatan yang dibangun secara swadaya oleh warga.

"Sebelum jebol, saya dan warga mengecek ke lokasi memang sudah terlihat retak-retak. Jadi dengan begitu, saya sudah ingatkan warga agar mengantisipasinya mungkin dengan mengungsi sementara waktu. Itu yang jebol baru tanggul kolam yang kecil aja. Di sebelahnya masih ada kolam tanggul air seluas 8 hektar yang sewaktu-waktu juga bisa jebol," terang Supianto.

"Dari pertemuan pihak perusahaan pertambangan batu bara, menyanggupi mengganti seluruh kerugian. Tapi tegas warga saya meminta tanggul kolam air yang lainnya seluas 8 hektar ditutup, supaya tidak ikut jebol nanti," tegas Supianto.
Share this post :
 
Support : Creating Website | DONNAFM BLITAR | website
Copyright © 2011. donnafm - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by DONNAFM BLITAR
Proudly powered by DonnaFm Indonesia