Headlines News :
Home » , , , , » Edwards Musti Berterimakasih Pada Stoner

Edwards Musti Berterimakasih Pada Stoner

Written By info kerja on Senin, 07 Januari 2013 | 10.06


CONROE – Musim 2013 sudah jelas takkan lagi ada aksi-aksi Casey Stoner di atas jok kuda besi MotoGP. Kendati begitu, sejumlah kenangan soal sisi positif-negatif Stoner, masih terekam di antara para rider, salah satunya Colin Edwards.

Edwards yang pernah mengoleksi dua gelar World Superbikes itu mengaku punya hutang budi terhadap The Kurri Kurri Boy, tepatnya tahun 2011 silam saat Edwards, terlibat kecelakaan maut yang merenggut jiwa Marco Simoncelli di Sepang.


Setelah kejadian crash tersebut, Simoncelli memang masih dalam keadaan bernyawa saat dibawa ke ruang perawatan. Sementara Edwards bersama Valentino Rossi yang juga terlibat insiden, tak mendapat perhatian karena para dokter, berfokus pada Simoncelli yang terluka lebih parah.

Saat Edwards ditinggal di ruang perawatan tanpa penanganan, Stoner mendatanginya bersama Nicky Hayden,: “Casey datang ke pusat medis untuk melihat bagaimana keadaan saya. Kunjungannya sangat berarti. Dia dan Nicky, sedikit mengurangi rasa sakit yang saya rasakan di bahu saya,”.

“Saya tahu para dokter lebih dulu menangani Marco dan saya hanya terduduk dengan rasa nyeri di tubuh saya. Saat salah satu tim medis mendatangi, saya dititahkan untuk menunggu karena mereka tahu, saya takkan kenapa-kenapa,” lanjutnya kepada MCN, Senin (7/1/2013).

Setelah ditangani para dokter, Edwards sedianya belum tahu bahwa di kamar sebelah, Super Sic (julukan Simoncelli), sudah meregang nyawa. Edwards baru tahu ketika sudah keluar ruang perawatan. Sadar terhadap berita itu yang akan menjatuhkan mental Edwards, Stoner punya peran penting untuk mengatakannya dengan cara yang tepat.

“Ketika saya sudah keluar ruang perawatan, saya masih sedikit pusing dan Casey serta Nicky, masih menunggui saya. Saya tahu bahwa sebelum mereka memberitakan tragedi kematian Marco akan menyakiti hati saya, mereka lebih dulu bilang bahwa balapan dibatalkan dan kemudian, mereka menceritakan berita duka itu dengan perlahan,” lanjut rider berjuluk Texas Tornado itu.

Dari situlah sebenarnya Edwards merasa berhutang moral. Jika tidak, mungkin horor kematian Simoncelli akan terus berkubang di benaknya dalam waktu yang amat lama. Beralih dari kenangan itu, Edwards tak ketinggalan memberi sanjungan terhadap bakat alami yang dimiliki Stoner.

“Talenta Casey sangat luar biasa. Dia sudah mencapai apa yang dia kejar selama ini. Dia selalu konsisten saat balapan dan buat saya, itu sangat luar biasa untuk disaksikan,” tukas Edwards.
Share this post :
 
Support : Creating Website | DONNAFM BLITAR | website
Copyright © 2011. donnafm - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by DONNAFM BLITAR
Proudly powered by DonnaFm Indonesia