Headlines News :
Home » , , » MUSLIM B'GAYA 2013

MUSLIM B'GAYA 2013

Written By info kerja on Senin, 07 Januari 2013 | 10.02


BUKAN hanya busana kontemporer yang punya panduan tren, busana muslim pun memiliki acuan gaya. Pada 2013, gaya praktis, urban, dan sentuhan multibudaya menjadi garis besar dalam berbusana.

Sebenarnya, tren busana muslim sendiri tidak jauh bergeser dari tahun 2012 yang sudah mengarah pada gaya plural serta kental dengan sentuhan multibudaya. Namun tetap saja, saat berbicara mengenai busana muslim, pastilah tidak jauh berkisar dari tunik dan gamis. Padahal, di luar kedua jenis busana tersebut,banyak yang bisa dijadikan referensi gaya. Apalagi, beberapa tahun terakhir gaya busana muslim di Indonesia semakin variatif, membebaskan fashionista muslim untuk berekspresi dengan mode.



Hal tersebut ditegaskan desainer sepatuYongki Komaladi. Dia mengatakan, dirinya sangat antusias melihat perkembangan busana muslim selama beberapa tahun terakhir. ”Sekarang kita bisa melihat bahwa busana muslim juga tidak kalah dengan busana kontemporer. Tren baru terus bergulir dan Indonesia membuktikan diri bisa menjadi pemimpin di ranah tersebut,” terangnya.

Membuktikan pendapat Yongki, para desainer busana muslim yang tergabung dalam Ikatan Perancang Busana Muslim (IPMB) Jawa Barat menggelar Milad XVI di The Trans Luxury Hotel, Bandung, beberapa waktu lalu, yang sekaligus mempertunjukkan referensi tren gaya busana muslim 2013. ”Setiap tahunnya kami selalu menggelar fashion show tahunan yang mempertunjukkan kecenderungan tren busana muslim,” kata Ketua Panitia Milad IPBM XVI Eriyani Jusuf.

Tahun ini, IPBM mengambil tema Fashion & Art yang menunjukkan sisi seni dalam mode. ”Sejalan dengan tren mode global 2013, kami menghadirkan koleksi busana yang menggabungkan berbagai elemen kehidupan dalam mode,termasuk di dalamnya seni serta unsur budaya,” kata Eriyani. Tidak hanya itu, tema yang diangkat IPBM juga sekaligus menjadi platform bagi para anggotanya untuk menunjukkan sisi seni mereka.

”Lewat tema ini juga kami ingin menunjukkan bahwa bagi kami, para desainer busana muslim, fashion bukan sekadar bisnis,tapi juga bagian dari ekspresi seni,” imbuhnya.
Di atas catwalk, sebanyak 21 desainer IPBM yang merupakan gabungan anggota baru dan senior, menunjukkan betapa fashion telah mengubah perwajahan kaum muslimah dalam bergaya. Lihat saja Rya Baraba yang menyuguhkan padanan warna-warna tropis khas Indonesia dengan sisi glamor fashion.

Selanjutnya Errin Ugaru menyajikan koleksi muslim evening wear dengan detail gaya asimetris serta sentuhan rock & roll. Lesye Asyifa memperlihatkan sisi modern tenun dengan cara menerjemahkan motif tenun di atas kain atau menjadikannya hiasan jilbab nan etnik. Napas etnik juga menjadi signature style koleksi Lisma Dedi Gumelar yang menghadirkan keindahan seni ukir kayu di atas kain.

Sementara, Eriyani Yusuf menampilkan koleksi yang terinspirasi gaya busana masyarakat daerah Sambas, Kalimantan Barat. Adapun Ning Zulkarnain menunjukkan mode yang penuh cinta lewat detail busana yang disarikan dari ukiran dinding Taj Mahal. Fenny Sofia menggabungkan siluet kebaya dengan gaun malam, sedangkan Ernie Kosasih menerjemahkan kedewasaan dan kemapanan kaum hawa dalam desain klasik yang tak lekang waktu.

Sebaliknya, Zareena bermain dengan warna-warni bunga dan bordir Tasik yang dipadankan bersama nuansa Arabic, India, sertaTimur Tengah. Koleksi menarik juga ditunjukkan oleh Yanna. Mengambil tema Enges, Yanna terinspirasi gaya ragam tenun Lombok yang diperkaya dengan aplikasi aksesori berukuran jumbo.

Desainer muda yang juga menggeluti busana muslim selain busana kontemporer, Malik Moestaram, melihat kecenderungan kaum muslim urban masa kini yang terciri dari dua kata, multibudaya dan multigaya, di mana mereka menerima berbagai budaya dunia dan memadukannya dalam satu penampilan apik.

“Multibudaya adalah bahasa mode yang menunjukkan citra universal dan multigaya menunjukkan bahwa kaum muslimah bisa bergaya internasional,” sebut Malik yang kemudian menuangkan hal tersebut dalam gaya berpakaian wanita modern yang bisa memberikan multicultural look, yang tengah digemari pasar.

Alternatif lain disuguhkan Dian Pelangi yang baru saja memamerkan koleksinya di gelaran Jakarta Fashion Week. Koleksi yang ditampilkannya memberi aura feminin sekaligus gaya edgy khas kaum muda, terutama dalam hal penggunaan warna serta aplikasi aksen dan detail yang begitu memikat.

Teknik tie dye serta permainan draperi menjadi aksi tersendiri.  juga dengan siluet tidak biasa yang disusun serupa terusan luar. Celana alibaba yang dihadirkannya sebagai padanan juga memberi tampilan menarik tanpa kesan berlebihan.
Share this post :
 
Support : Creating Website | DONNAFM BLITAR | website
Copyright © 2011. donnafm - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by DONNAFM BLITAR
Proudly powered by DonnaFm Indonesia